Berencana mau liburan ke BALI atau pesan paket tour package, hotel , transpot ,meeting room , arival airport , travel ducument , event organizer dll hub kami.. di TLP:08993161288. pin BB:25e40a7b . Email: ostabali@gmail.com





ShoutMix chat widget
Cara Buat Buku Tamu disini

widget by Klinik-it
Welcome Myspace Comments
Tampilkan postingan dengan label TEMPAT WISATA NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEMPAT WISATA NASIONAL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

Gedung Linggarjati

Gedung Linggarjati

Desa Linggarjati merupakan sebuah Desa kecil yang berada di salah satu wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Praktis desa kecil ini dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan dunia, pada saat dilaksanakannya Perjanjian Linggarjati, pada tanggal 10-13 November 1946. Perjanjian ini dianggap sebagai perjanjian yang sangat penting, karena berhubungan erat dengan eksistensi Pemerintah Indonesia dimata dunia pada waktu itu, baik secara De Facto dan De Jure dipertaruhkan.

Ibarat sungai, Linggarjati merupakan salah satu mata air yang mengaliri sungai tersebut, sehingga air mengalir terus sampai ke hilir dan akhirnya bermuara di laut membentuk lautan yang luas dengan segala kekayaaan alamnya. Begitupun dengan Linggarjati, merupakan bagian yang sangat penting dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia, sehingga sampai sekarang bisa menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Diantara isi pokok persetujuan Linggarjati adalah : (1) Belanda mengakui secara De Facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Madura; (2) Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam membentuk negara Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia;(3) Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia - Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.

Peristiwa yang berlangsung 59 tahun silam tersebut, masih dapat kita saksikan melalui peninggalan-peninggalan yang ada di Gedung Linggarjati, sekaligus dijadikan sebagai salah satu bangunan cagar budaya oleh Pemerintah sesuai dengan UU.No.5 tahun 1992. Desa Linggarjati sendiri berada di wilayah Blok Wage, Dusun Tiga, Kampung Cipaku, kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Desa ini terletak pada ketinggian 400 meter di atas permukaan air laut, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sebelah selatan desa ini berbatasan dengan Desa Linggasana, sebelah timur berbatasan dengan Desa Linggamekar, sebelah utara berbatasan dengan Desa Lingga Indah dan sebelah barat berbatasan dengan Gunung Ciremai. Untuk mencapai lokasi ini tidaklah terlalu sulit, karena akses jalan aspal yang mulus, sehingga mudah sekali dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dari arah Cirebon kurang lebih 25 km sedangkan dari arah Kuningan kurang lebih 17 km.


Spoiler for gedung linggarjati:


Hawa sejuk dan damai akan kita rasakan ketika mulai memasuki pelataran Gedung Linggarjati. Bangunan kuno dan megah yang dikelilingi oleh taman yang asri, dengan suasana yang tidak terlalu ramai, semakin menambah penghayatan suasana Linggarjati. Luas komplek Linggarjati kurang lebih 2,4 hektare, dimana sepertiga dari luas tersebut merupakan bangunan gedung yang dipergunakan untuk perundingan.
Bangunan ini sendiri tadinya dibangun oleh warga negara Belanda, sebagai tempat peristirahatan, yang kemudian dipilih sebagai tempat perundingan dan akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Indonesia sebagai salah satu bangunan cagar budaya Pemerintah Indonesia. Walaupun berupa bangunan lama, tapi secara keseluruhan kebersihan gedung ini nampak terjaga sekali. Ada 14 orang yang membantu merawat gedung ini, diantaranya 7 orang merupakan PNS ( Pegawai Negeri Sipil ), dan sisanya adalah pegawai honorer.

Bangunan ini terdiri dari beberapa ruang, yaitu ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur, kamar mandi dan ruang belakang. Ruang tamu dipergunakan sebagai ruang untuk melakukan lobi dan meeting informal. ruang tengah merupakan ruang utama, dimana perjanjian Linggarjati dilaksanakan. Ternyata posisi kursi yang diduduki oleh para anggota perundingan masih sama seperti dulu waktu perundingan dilangsungkan. diantara para peserta perundingan tersebut adalah, delegasi Indonesia terdiri dari : 1.Sutan Sjahrir, 2.Mr.Soesanto Tirtoprodjo, 3.Dr.A.K.Gani, 4.Mr.Muhammad Roem. delegasi Belanda terdiri dari: 1.Prof.Ir. Schermerhorn, 2.Mr.Van Poll, 3.Dr.F.DeBoer, 4.Dr.Van Mook. Dan sebagai notulensi adalah; 1.Dr.J.Leimena, 2.Dr.Soedarsono 3.Mr.Amir Sjarifuddin, 3.Mr.Ali Budiardjo. Kamar-kamar tidur yang bersebelahan dengan ruang perundingan merupakan tempat tidur yang dipergunakan oleh delegasi Indonesia dan Belanda selama mengikuti jalannya perundingan.

Spoiler for gedung linggarjati:


Hari-hari biasa tempat ini biasanya sepi pengunjung, paling-paling kalau ada kunjungan biasanya kunjungan nostalgia dari para wisman Belanda yang ingin. Baru pada hari libur, tempat ini ramai dikunjungi oleh pengunjung yang hampir sebagian besar adalah anak-anak sekolah, yang tidak hanya berasal dari daerah sekitar, namun juga berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Biaya operasional tempat ini, selain diberi subsidi oleh Pemerintah, juga sedikit terbantu oleh kehadiran pengunjung.

Pengunjung yang datang diharapkan bisa mengisi uang kas dengan jumlah seikhlasnya, kemudian uang tersebut digunakan untuk membantu biaya perawatan gedung. Menurut Pak Judi, salah satu petugas museum mengatakan,"Peranan pemerintah untuk menjaga kelestarian gedung ini sangat diharapkan, terutama dalam hal pendanaan,". Selama ini banyak sekali para Pejabat Pemerintah yang memberikan sumbang saran, namun lebih dari itu adalah bukti konkret berupa pendanaan untuk terus menjaga kelestarian Gedung Linggarjati.

Spoiler for gedung linggarjati:


Tidak jauh dari Museum Linggarjati, tersedia juga obyek wisata alam sebagai pelengkap wisata Museum Linggarjati. Tempat tersebut terdiri dari taman-taman dengan pohon-pohon yang rindang dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lain. Seperti kolam renang, kemudian danau buatan-dimana kita bisa melintasi danau tersebut dengan perahu karet dan tersedia juga pondok-pondok penginapan bagi pengunjung yang ingin menginap ditempat tersebut.

Sayangnya, pengelolaan tempat tersebut kurang diperhatikan, sehingga terlihat agak kotor, banyak sampah yang berserakan dan pengaturan taman-taman yang kurang rapi, sehingga banyak rumput yang tumbuh disana-sini. Untuk menjaring pengunjung yang lebih banyak, pemda setempat harus lebih peduli, baik dalam hal pengelolaan maupun dalam hal promosi. Karena lokasi yang mudah dijangkau, serta udara yang cukup sejuk, wisata ini kalau dikelola secara profesional tentu kedepan akan semakin menarik banyak wisatawan.

Kamis, 11 Agustus 2011

Gedung Linggarjati

Gedung Linggarjati

Desa Linggarjati merupakan sebuah Desa kecil yang berada di salah satu wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Praktis desa kecil ini dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan dunia, pada saat dilaksanakannya Perjanjian Linggarjati, pada tanggal 10-13 November 1946. Perjanjian ini dianggap sebagai perjanjian yang sangat penting, karena berhubungan erat dengan eksistensi Pemerintah Indonesia dimata dunia pada waktu itu, baik secara De Facto dan De Jure dipertaruhkan.

Ibarat sungai, Linggarjati merupakan salah satu mata air yang mengaliri sungai tersebut, sehingga air mengalir terus sampai ke hilir dan akhirnya bermuara di laut membentuk lautan yang luas dengan segala kekayaaan alamnya. Begitupun dengan Linggarjati, merupakan bagian yang sangat penting dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia, sehingga sampai sekarang bisa menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Diantara isi pokok persetujuan Linggarjati adalah : (1) Belanda mengakui secara De Facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Madura; (2) Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam membentuk negara Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia;(3) Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia - Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.

Peristiwa yang berlangsung 59 tahun silam tersebut, masih dapat kita saksikan melalui peninggalan-peninggalan yang ada di Gedung Linggarjati, sekaligus dijadikan sebagai salah satu bangunan cagar budaya oleh Pemerintah sesuai dengan UU.No.5 tahun 1992. Desa Linggarjati sendiri berada di wilayah Blok Wage, Dusun Tiga, Kampung Cipaku, kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Desa ini terletak pada ketinggian 400 meter di atas permukaan air laut, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sebelah selatan desa ini berbatasan dengan Desa Linggasana, sebelah timur berbatasan dengan Desa Linggamekar, sebelah utara berbatasan dengan Desa Lingga Indah dan sebelah barat berbatasan dengan Gunung Ciremai. Untuk mencapai lokasi ini tidaklah terlalu sulit, karena akses jalan aspal yang mulus, sehingga mudah sekali dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dari arah Cirebon kurang lebih 25 km sedangkan dari arah Kuningan kurang lebih 17 km.


Spoiler for gedung linggarjati:
[IMG][/IMG]


Hawa sejuk dan damai akan kita rasakan ketika mulai memasuki pelataran Gedung Linggarjati. Bangunan kuno dan megah yang dikelilingi oleh taman yang asri, dengan suasana yang tidak terlalu ramai, semakin menambah penghayatan suasana Linggarjati. Luas komplek Linggarjati kurang lebih 2,4 hektare, dimana sepertiga dari luas tersebut merupakan bangunan gedung yang dipergunakan untuk perundingan.
Bangunan ini sendiri tadinya dibangun oleh warga negara Belanda, sebagai tempat peristirahatan, yang kemudian dipilih sebagai tempat perundingan dan akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Indonesia sebagai salah satu bangunan cagar budaya Pemerintah Indonesia. Walaupun berupa bangunan lama, tapi secara keseluruhan kebersihan gedung ini nampak terjaga sekali. Ada 14 orang yang membantu merawat gedung ini, diantaranya 7 orang merupakan PNS ( Pegawai Negeri Sipil ), dan sisanya adalah pegawai honorer.

Bangunan ini terdiri dari beberapa ruang, yaitu ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur, kamar mandi dan ruang belakang. Ruang tamu dipergunakan sebagai ruang untuk melakukan lobi dan meeting informal. ruang tengah merupakan ruang utama, dimana perjanjian Linggarjati dilaksanakan. Ternyata posisi kursi yang diduduki oleh para anggota perundingan masih sama seperti dulu waktu perundingan dilangsungkan. diantara para peserta perundingan tersebut adalah, delegasi Indonesia terdiri dari : 1.Sutan Sjahrir, 2.Mr.Soesanto Tirtoprodjo, 3.Dr.A.K.Gani, 4.Mr.Muhammad Roem. delegasi Belanda terdiri dari: 1.Prof.Ir. Schermerhorn, 2.Mr.Van Poll, 3.Dr.F.DeBoer, 4.Dr.Van Mook. Dan sebagai notulensi adalah; 1.Dr.J.Leimena, 2.Dr.Soedarsono 3.Mr.Amir Sjarifuddin, 3.Mr.Ali Budiardjo. Kamar-kamar tidur yang bersebelahan dengan ruang perundingan merupakan tempat tidur yang dipergunakan oleh delegasi Indonesia dan Belanda selama mengikuti jalannya perundingan.

Spoiler for gedung linggarjati:
[IMG][/IMG]


Hari-hari biasa tempat ini biasanya sepi pengunjung, paling-paling kalau ada kunjungan biasanya kunjungan nostalgia dari para wisman Belanda yang ingin. Baru pada hari libur, tempat ini ramai dikunjungi oleh pengunjung yang hampir sebagian besar adalah anak-anak sekolah, yang tidak hanya berasal dari daerah sekitar, namun juga berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Biaya operasional tempat ini, selain diberi subsidi oleh Pemerintah, juga sedikit terbantu oleh kehadiran pengunjung.

Pengunjung yang datang diharapkan bisa mengisi uang kas dengan jumlah seikhlasnya, kemudian uang tersebut digunakan untuk membantu biaya perawatan gedung. Menurut Pak Judi, salah satu petugas museum mengatakan,"Peranan pemerintah untuk menjaga kelestarian gedung ini sangat diharapkan, terutama dalam hal pendanaan,". Selama ini banyak sekali para Pejabat Pemerintah yang memberikan sumbang saran, namun lebih dari itu adalah bukti konkret berupa pendanaan untuk terus menjaga kelestarian Gedung Linggarjati.

Spoiler for gedung linggarjati:
[IMG][/IMG]


Tidak jauh dari Museum Linggarjati, tersedia juga obyek wisata alam sebagai pelengkap wisata Museum Linggarjati. Tempat tersebut terdiri dari taman-taman dengan pohon-pohon yang rindang dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lain. Seperti kolam renang, kemudian danau buatan-dimana kita bisa melintasi danau tersebut dengan perahu karet dan tersedia juga pondok-pondok penginapan bagi pengunjung yang ingin menginap ditempat tersebut.

Sayangnya, pengelolaan tempat tersebut kurang diperhatikan, sehingga terlihat agak kotor, banyak sampah yang berserakan dan pengaturan taman-taman yang kurang rapi, sehingga banyak rumput yang tumbuh disana-sini. Untuk menjaring pengunjung yang lebih banyak, pemda setempat harus lebih peduli, baik dalam hal pengelolaan maupun dalam hal promosi. Karena lokasi yang mudah dijangkau, serta udara yang cukup sejuk, wisata ini kalau dikelola secara profesional tentu kedepan akan semakin menarik banyak wisatawan.

Situs Karangkamulyan

Situs Karangkamulyan

Kisah tentang Ciung Wanara memang menarik untuk ditelusuri, karena selain menyangkut cerita tentang Kerajaan Galuh, juga dibumbui dengan hal luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa namun dimiliki oleh Ciung Wanara. Kisah Ciung Wanara merupakan cerita tentang kerajaan Galuh ( sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit dan Pajajaran

Tersebutlah raja Galuh saat itu Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permana Di Kusumah dengan dua permaisuri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Mendekati ajal tiba Sang Prabu mengasingkan diri dan kekuasaan diserahkan kepada patih Bondan Sarati karena Sang Prabu belum mempunyai anak dari permaisuri pertama ( Dewi Naganingrum ).

Singkat cerita, dalam memerintah raja Bondan hanya mementingkan diri sendiri, sehingga atas kuasa Tuhan Dewi Naganingrum dianugerahi seorang putera, yaitu Ciung Wanara yang kelak akan menjadi peenrus kerajaan Galuh dengan adil dan bijaksana.


Spoiler for situr karangkamulyan:
[IMG][/IMG]


Bila kita telusuri lebih jauh kawasan yang luasnya kurang lebih 25 Ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang Kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu ini letaknya tidaklah berdekatan tetapi menyebar dengan bentuknya yang berbeda-beda, berada dalam sebuah tempat berupa struktur bangunan terbuat dari tumpukan batu yang bentuknya hampir sama. Struktur bangunan ini memiliki sebuah pintu sehingga menyerupai sebuah kamar.

Batu-batu yang ada di dalam struktur bangunan ini memiliki nama dan kisah, begitu pula beberapa lokasi lain yang terdapat di dalamnya yang berada di luar struktur batu. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau cerita tentang kerajaan Galuh seperti ; pangcalikan atau tempat duduk, lambang peribadatan, tempat melahirkan, tempat sabung ayam dan Cikahuripan.

Situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh Pertama menurut penyelidikan Tim dari Balar yang dipimpin oleh Dr Tony Jubiantoro pada tahun 1997. Bahwasannya di tempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke IX, karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari Dinasti Ming. Situs ini terletak antara Ciamis dan Banjar, jaraknya sekitar 17 km ke arah timur dari kota Ciamis atau dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit.

Situs ini juga dapat dikatakan sebagai situs yang sangat strategis karena berbatasan dengan pertemuan dua sungai yakni Sungai Citanduy dan Cimuntur, dengan batas sebelah utara adalah jalan raya Ciamis-Banjar, sebelah selatan sungai Citanduy, sebelah barat merupakan sebuah pari yang lebarnya sekitar 7 meter membentuk tanggul kuno, dan batas sebelah timur adalah sungai Cimuntur. Karena merupakan peninggalan sejarah yang sangat berharga, akhirnya kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya oleh Pemerintah.

Spoiler for situs karangkamulyan:
[IMG][/IMG]


Udara yang cukup sejuk terasa ketika kita memasuki gerbang utama situs ini. Tempat parkir yang luas dengan pohon-pohon besar disekitar semakin menambah sejuk Setelah gerbang utama, situs pertama yang akan kita lewati adalah Pelinggih ( Pangcalikan ). Pelinggih merupakan sebuah batu bertingkat-tingkat berwarna putih serta berbentuk segi empat, termasuk ke dalam golongan / jenis yoni ( tempat pemujaan ) yang letaknya terbalik, digunakan untuk altar. Di bawah Yoni terdapat beberapa buah batu kecil yang seolah-olah sebagai penyangga, sehingga memberi kesan seperti sebuah dolmen ( kubur batu ). Letaknya berada dalam sebuah struktur tembok yang lebarnya 17,5 x 5 meter.

Sahyang Bedil
Tempat yang disebut Sanghyang Bedil merupakan suatu ruangan yang dikelilingi tembok berukuran 6.20 x 6 meter. Tinggi tembok kurang lebih 80 cm. Pintu menghadap ke arah utara, di depan pintu masuk terdapat struktur batu yang berfungsi sebagai sekat (schutsel). Di dalam ruangan ini terdapat dua buah menhir yang terletak di atas tanah, masing-masing berukuran 60 x 40 cm dan 20 x 8 cm. Bentuknya memperlihatkan tradisi megalitik. Menurut masyarakat sekitar, Sanghyang Bedil dapat dijadikan pertanda datangnya suatu kejadian, terutama apabila di tempat itu berbunyi suatu letusan, namun sekarang pertanda itu sudah tidak ada lagi.

Penyabungan Ayam
Tempat ini terletak di sebelah selatan dari lokasi yang disebut Sanghyang Bedil, kira-kira 5 meter jaraknya, dari pintu masuk yakni berupa ruang terbuka yang letaknya lebih rendah. Masyarakat menganggap tempat ini merupakan tempat penyabungan ayam Ciung Wanara dan ayam raja. Di samping itu merupakan tempat khusus untuk memlih raja yang dilakukan dengan cara demokrasi.

Lambang Peribadatan
Batu yang disebut sebagai lambang peribadatan merupakan sebagian dari kemuncak, tetapi ada juga yang menyebutnya sebagai fragmen candi, masyarakat menyebutnya sebagai stupa. Bentuknya indah karena dihiasi oleh pahatan-pahatan sederhana yang merupakan peninggalan Hindu. Letak batu ini berada di dalam struktur tembok yang berukuran 3 x 3 m, tinggi 60 cm. Batu kemuncak ini ditemukan 50 m ke arah timur dari lokasi sekarang. Di tempat ini terdapat dua unsur budaya yang berlainan yaitu adanya kemuncak dan struktur tembok. Struktur tembok yang tersusun rapi menunjukkan lapisan budaya megalitik, sedangkan kemuncak merupakan peninggalan agama Hindu.

Spoiler for situs karangkamulyan:
[IMG][/IMG]


anyandaran
Terdiri atas sebuah menhir dan dolmen, letaknya dikelilingi oleh batu bersusun yang merupakan struktur tembok. Menhir berukuran tinggi 120 cm, lebar 70 cm, sedangkan dolmen berukuran 120 x 32 cm. Menurut cerita, tempat ini merupakan tempat melahirkan Ciung Wanara. Di tempat itulah Ciung Wanara dilahirkan oleh Dewi Naganingrum yang kemudian bayi itu dibuang dan dihanyutkan ke sungai Citanduy. Setelah melahirkan Dewi Naganingrum bersandar di tempat itu selama empat puluh hari dengan maksud untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan.

Cikahuripan
Di lokasi ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi hanya merupakan sebuah sumur yang letaknya dekat dengan pertemuan antara dua sungai, yaitu sungai Citanduy dan sungai Cimuntur. Sumur ini disebut Cikahuripan yang berisi air kehidupan, air merupakan lambang kehidupan, itu sebabnya disebut sebagai Cikahuripan. Sumur ini merupakan sumur abadi karena airnya tidak pernah kering sepanjang tahun.

Spoiler for situs karangkamulyan:
[IMG][/IMG]


Dipati Panaekan
Di lokasi makam Dipati Panaekan ini tidak terdapat tanda-tanda adanya peninggalan arkeologis. Tetapi merupakan batu yang berbentuk lingkaran bersusun tiga, yakni merupakan susunan batu kali. Dipati Panaekan adalah raja Galuh Gara Tengah yang berpusat di Cineam dan mendapat gelar Adipati dari Sultan Agung Raja Mataram.

Setelah puas mengelilingi Situs ini, puluhan warung makan dengan menu khasnya pepes ayam dan pepes ikan mas merupakan pelengkap ketika kita berkunjung ke tempat ini. Apalagi minumannya air kelapa alami langsung dari buahnya semakin menambah asyiknya suasana. Walaupun hanya berupa situs-situs purbakala tampaknya tempat ini dikelola dengan cukup bagus, terbukti dengan kebersihan yang cukup terjaga di sekitar lokasi

Wisata Baturaden

Wisata Baturaden

Baturaden terletak di Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, Pulau Jawa, Negara Indonesia.
Baturaden adalah sebuah kawasan wisata yang berudara sejuk dan dingin, berada di sebelah utara Kota Purwokerto ibukotanya Kabupaten Banyumas, tepatnya dilereng sebelah selatan Gunung Slamet. Baturaden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti angkutan kota atau taksi, jaraknya dari Kota Purwokerto sekitar 20 km.
Kawasan Baturaden cenderung udaranya sangat dingin di malam hari, pengunjung disarankan membawa perlengkapan untuk melindungi diri dari udara dingin, seperti jaket, baju hangat dan sebagainya.
Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang banyak datang berwisata kesini, maka dikawasan ini banyak berdiri penginapan seperti hotel dan vila. Wisatawan banyak yang datang kesini pada hari minggu dan hari libur nasional. Baturaden adalah tempat yang nyaman untuk tempat rekreasi bersama keluarga.

Beberapa Tempat Wisata Di Kawasan Baturaden
Pancuran Telu
Air panas yang keluar dari pancuran ini mengandung belerang yang berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang. Wisatawan dapat menikmati kehangatan air dan manfaatnya dari Pancuran 3 (Telu) ini. Pancuran ini terletak di sebelah bawah Pancuran Pitu.

Pancuran Pitu
Kawasan wisata Pancuran Pitu memiliki keindahan alam dan hutan sebagai tempat untuk rekreasi. Kawasan wisata Pancuran 7 (Pitu) terletak sekitar 2,5 km dari Lokawisata Baturaden dan terletak di sebelah atas Pancuran Telu.

Telaga Sunyi
Telaga Sunyi adalah sebuah telaga yang indah serta berair dingin. Tempat rekreasi ini terletak sekitar 3 km di sebelah timur Lokawisata Baturaden.

Goa Sarabada
Di Goa Sarabada terdapat bebatuan warna keemasan yang menakjubkan serta pengunjung dapat menikmati kesegaran air hangat dan dingin di goa ini.

Curug Cipendok
Curug Cipendok adalah obyek wisata air terjun, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 92 meter serta dikelilingi oleh hutan dan pemandangan alam yang indah.

Curug Ceheng
Curug Ceheng adalah obyek wisata air terjun, uniknya disekitat obyek wisata ini banyak berterbangan satwa lawa.

Pemandian Kali Bacin
Pemandian Kali Bacin adalah obyek wisata peninggalan jaman Belanda, disini wisatawan dapat menyembuhkan penyakit kulit dan tulang dengan mandi disini sambil menikmati keindahan alam sekitarnya.

Bumi Perkemahan
Bumi Perkemahan adalah merupakan camping ground yang sering digunakan oleh para pecinta alam serta pencinta kegiatan out bond.

Taman Kaloka Widya Mandala
Taman Kaloka Widya Mandala adalah sebuah kebun binatang sebagai sebuah tempat rekreasi, sekaligus juga sebagai tempat wisata edukasi.
Taman ini memiliki koleksi binatang dari berbagai negara, seperti dari Asia, Australia dan Negara Belanda. Koleksi binatang tersebut antara lain seperti Gajah, Monyet, Cendrawasih, Buaya Irian, Iguana, Orang Utan, Rusa, Kambing kaki tiga, Sapi kaki lima, Beruk (Buing), Ayam Mutiara, Ayam Kate, Elang Bondol, Kaswari dan sebagainya.

Museum BRI
Museum BRI adalah satu-satunya museum perbankan di Indonesia yang berada di Kota Purwokerto.
Pada tahun 1895, Bank Rakyat Indonesia didirikan oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama De Purwokertche Hulp en Spaarbank der Inlandche Bestuurs Ambtenaren.

Beberapa lokasi surfing terbaik di Indonesia

Beberapa lokasi surfing terbaik di Indonesia

Olahraga surfing adalah olahraga air yang cukup banyak diminati, tentunya banyak tempat-tempat yang dituju untuk melakukan olahraga ini. Berikut tempat-tempat surfing di Indonesia yang terkenal.

1. Mentawai Island
Kepulauan Mentawai adalah pantai kaya gelombang sekitar tujuh puluh pulau dan kepulauan di lepas pantai barat Sumatra di Indonesia, salah satu tujuan paling konsisten berselancar di dunia. Ada empat pulau utama (Siberut, Sipora, Pagi Utara, dan Selatan Pagi) bahwa blok paling membengkak mencapai daratan di Sumatra, yang menjadi tujuan untuk mencatat gelombang-pemburu yang mencari yang paling sempurna pengalaman berselancar di dunia. Mentawai dianggap memiliki beberapa tempat surfing yang paling aman di dunia. Setelah pulau pulau karang yang mulus tanpa cacat, matahari dan air biru dan nikmatnya angin lepas pantai.

2. Nias Island
Pulau Nias mengutip beberapa surfing benar-benar fantastis. Nias terkenal dengan ombak yang sempurna mematahkan Lagundri Bay. Gelombang Nias beroperasi sempurna 2-15 kaki. Memiliki karang yang berlimpah tetapi tidak agresif. Karena posisi geografis nusantara, pulau ini merupakan salah satu daerah yang paling menarik di dunia. Pariwisata selancar telah memainkan peran yang bermanfaat di daerah pantai selatan dekat teluk dalam karena reputasinya sebagai salah satu dari sepuluh ombak terbaik di dunia, The best Ten Surf Point in The World. Ada dua pantai yang sangat terkenal di dalam negeri maupun di manca Negara yaitu pantai Lagundri dan Sorake. Beberapa nama surf point di nias: Asu, Bawa, Secret, Lagundri, The Machine, Hiliduha, Hilisataro.

3. Bali Island
Bali merupakan tempat yang sudah tidak asing lagi, apalagi di dunia surfing. Bali sangat konsisten ditemani cuaca yang panas. Beberapa pantai surfing terbaik di dunia dapat ditemukan di sisi barat pulau ini. Beberapa tempat terbaik di bali meliputi daerah sekitar Bukit Semenanjung – langsung ke selatan dari Dempasar, Kuta (Beach), Dreamland, Uluwatu atau Padang Padang.di bali juga sudah sering di adakan kompetisi surfing berkaliber internasional.
4. Lombok Island
Lombok merupakan tempat yang baik untuk surfing. Tempat terbaik adalah di teluk gerupuk, di teluk ini terdapat 5 titik terbaik untuk surfing. Tempat-tempat tersebut yaitu pantai perigi dinamakan tokyo point, di Batulawang dinamakan Kodomo Point, Giligolong (obai/rolacosta), Dondon (Kamek point) dan Terasak (Takar-akar).
5. Timor Island
Pulau timor memiliki tempat surfing yang sangat baik. Pantainya yang indah dan ombaknya yang bagus merupakan tantangan tersendiri bagi para surfer.
Masih banyak lagi tempat surfing yang baik di Indonesia, mungkin diantaranya ada di daerah teman-teman. Karnanya kita patut bangga akan hal tersebut. I Love Indonesia.

Jumat, 29 Juli 2011

Pesta Kesenian Bali (PKB)

Pesta Kesenian Bali (PKB), tradisi  tahunan yang menampilkan keragaman dan ekspresi keindahan manusia Bali yang dikonsep budayawan Prof Dr Ida Bagus Mantra (almarhum) 33 tahun silam kini menjadi salah satu ikon kebudayaan Bali. Dari tahun ke tahun PKB semakin berkilau. Pada PKB ke-33 tahun 2011 dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (10/6/2011) dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan duta besar negara-negara sahabat.

PKB yang berlangsung sebulan penuh 10 Juni 2011 hingga 8 Juli 2011 tersebut mengusung tema "Desa Kala Patra, Adaptasi Diri Dalam Multikultur" lebih menekankan pada penataan dan kemasan yang unik dan menarik. Selain untuk menggali dan mengembangkan seni budaya, PKB kali ini didisain untuk mengangkat citra Bali sebagai daerah tujuan wisata di dunia internasional yang aman dan nyaman.
PKB ke-33 itu semakin istimewa karena festival seni tahunan tersebut akan melibatkan tujuh tim kesenian dari Jepang, Amerika Serikat, India, Malaysia dan Australia, disamping 24 grup kesenian dari 16 provinsi di Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Ketut Suastika menjelaskan, grup kesenian dalam dan luar negeri akan tampil bersama duta seni dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali selama sebulan PKB berlangsung. Selama sebulan PKB menampilkan 334 sekaa kesenian melibatkan sekitar 15.000 seniman, Atraksi budaya dan pementasan diseleksi yang betul-betul bermutu dan menyuguhkan kemurniaan seni budaya.
"Tim kesenian tuan rumah harus mampu tampil yang terbaik, jangan sampai kurang mendapat perhatian karena tim tamu dari sejumlah daerah di Indonesia maupun luar negeri juga tampil menarik," harap Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat memimpin rapat persiapan PKB.
Oleh sebab itu penampilan tim kesenian dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali dirancang khusus dan sungguh-sungguh, agar mampu tampil meriah dan menarik dengan mengedepankan penampilan mutu seni budaya.
Menurut Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof Dr I Wayan Rai. S. MA pihaknya menggarap dua tarian kolosal yang akan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai membuka PKB di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Denpasar.
Kedua tarian kolosal digarap secara apik dan profesional melibatkan ratusan mahasiswa dan dosen lembaga pendidikan tinggi tersebut. Kedua tarian kolosal tersebut masing-masing Adi Merdangga dan Siwa Nata Raja yang akan mengawali atraksi budaya pada pembukaan aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata.

 
Letakkan kode iklan disini