Berencana mau liburan ke BALI atau pesan paket tour package, hotel , transpot ,meeting room , arival airport , travel ducument , event organizer dll hub kami.. di TLP:08993161288. pin BB:25e40a7b . Email: ostabali@gmail.com





ShoutMix chat widget
Cara Buat Buku Tamu disini

widget by Klinik-it
Welcome Myspace Comments
Tampilkan postingan dengan label TEMPAT WISATA DI BALI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEMPAT WISATA DI BALI. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2011

Musium Manusia Purba

Musium Manusia Purba

musium purbakala, manusia purba Sejak tahun 1963 di Gilimanuk diadakan penelitian oleh para ahli di Indonesia antara lain : Prof DR R Soejono dan Prof DR T Jacub. Hasil penelitian tersebut ditemukan ratusan rangka manusia yang diperkirakan hidup pada akhir masa Prasejarah dengan ciri ciri Ras Mongolid. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka salah satu tindakan untuk menyelamatkan.
Untuk menyelamatkan dan memanfaatkan temuan akeologi tersebut Pemerintah Kabupaten Jembrana membangun sebuah Gedung Museum Manusia Purba Situs Gilimanuk dan selesai Pembangunannya 1993.
Barang barang koleksi yang dipajang di Moesium Gilimanuk adalah hasil galian antara lain : Kerangka Manusia, Manik manik, Gelang dari kayu dan kerang, periuk kecil, tempayan, kendi, mangkuk dari tanah, mata kail, tajak, sarkopagus dll.

Bendungan Palasari

Bendungan Palasari

bendungan palasari Obyek wisata Bendungan Palasari berlokasi di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, 26 Km ke arah barat dari kota Negara. Bendungan ini berfungsi sebagai pengendali bencana banjir, irigasi, perikanan dan tempat rekreasi. Bendungan ini dilatar belakangi oleh hutan lindung yang cukup bagus serta mempunyai hawa sejuk. Sehingga cocok untuk wisata tirtha serta wana wisata di daerah sekitarnya. Bendungan ini sudah dilengkapi dengan sampan yang berekreasi mengelilingi bendungan tersebut

Pantai Candikusuma

Pantai Candikusuma

pantai candikusuma, candikusuma beach Pantai Candikusuma terLetak kurang lebih 12 Km ke arah barat dari kota Negara, dan merupakan salah satu pantai wisata di Kabupaten Jembrana yang cukup baik untuk mandi dan berenang.
Di Candi kusuma juga ada peninggalan sejarah yakni sebuah tugu yang membentuk segi tiga yang konon di tempat tugu itu pernah keluar keris yang memancarkan sinar. Obyek wisata ini juga dipakai sebagai tempat finish lomba Jukung layar yang biasanya diadakan setiap bulan Agustus dikaitkan dengan peringatan HUT RI dan HUT kota Negara.
Di pantai ini juga sering dipakai untuk kegiatan lomba mancing.

Pantai Baluk Rening

Pantai Baluk Rening

pantai baluk rening, baluk rening beach Baluk Rening merupakan salah satu pantai di kabupaten Jembrana ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun manca negara terletak lebih kurang 10 Km ke arah barat dari kota Negara.
Pantai yang berpasir hitam cukup bagus serta alunan ombak yang tidak begitu besar. Tetapi cukup nikmat pada waktu pagi hari maupun sore hari yakni melihat matahari terbenam ( Sunset), dengan latar belakang pegunungan di Jawa Timur. Obyek wisata pantai ini juga sangat menarik dengan adanya tebing tebing dibibir pantai yang cukup tinggi sehingga menambah panorama yang sangat indah di bagian selatan.
Fasilitas yang cukup memadai baik hotel maupun restaorannya memiliki standar untuk wisatawan maca negara.

Objek Wisata Perancak

Objek Wisata Perancak

perancak, perancak beach Obyek Wisata Perancak merupakan sebuah obyek wisata yang indah, bibir pantai yang dihiasi perahu-perahu nelayan merupakan suatu keindahan tersendiri untuk dinikmati.
Disini juga terdapat taman wisata yang memiliki fasilitas sirkuit Motor Cross dan Road Race, disini sangat cocok untuk tempat berlibur.
Setiap tahun obyek wisata perancak dijadikan tempat untuk lomba sampan dayung tradisional yang biasanya dirangkaikan dengan HUT kota Negara.
Di Desa Perancak terdapat tempat Pelestarian Penyu Laut yaitu "Kurma Asih" karena Pantai Perancak sangat cocok untuk tempat bertelor bagi Penyu. Ditempat ini wisatawan dapat menikmati keindahan pantai dan melakukan kegiatan pelepasan Tukik/Anak Penyu ke Laut.
Disamping tempat pelestarian Penyu di desa Perancak juga terdapat Pusat Riset Teknologi Kelautan, stasiun Bumi NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) yang berfungsi untuk menentukan titik-titik berkumpulnya ikan di laut yang dipantau dari satelit. Pada lokasi yang sama wisatawan juga dapat melihat hamparan tumbuhan bakau yang beraneka ragam jenisnya. Di desa Perancak juga terdapat tempat penyulingan air laut menjadi air mineral yang berkadar Oksigen Tinggi yaitu Megumi.

Taman Rekreasi Tirta Samudra Dlod Brawah

Taman Rekreasi Tirta Samudra Dlod Brawah

pantai delod berawah, tirta samudra Pengembangan objek wisata Jembrana sebagian besar diarahkan untuk objek wisata pantai. Karena itu, pantai-pantai yang ada di Bumi Makepung ini mulai dikelola dan ditata. Salah satu taman rekreasi yang sudah berjalan dan selesai untuk tahap pertama adalah Taman Rekreasi Dlod Brawah. Taman rekreasi yang dilengkapi dengan kolam air laut ini diakui sebagai kolam air laut pertama di tempat umum. Selama ini hanya hotel-hotel berbintang yang punya kolam air laut.
Kolam air laut yang terletak di tepi pantai Dlod Brawah, terdiri atas kolam renang dewasa dan kolam renang anak-anak ini menjadi alternatif baru untuk layak dikunjungi. Kehadiran taman rekreasi ini memberikan hiburan bagi masyarakat.
Fasilitas kolan ini dilengkapi, tempat bilas dan kamar mandi sudah berdiri megah. Rencana pengembangan berikutnya fasilitas ini akan dilengkapi dengan sarana-sarana penunjang seperti taman bermain untuk anak-anak, kios-kios serta penataan tempat parkir. Pengembangan akan dilakukan di timur kolam yang ada sekarang. Selain itu, kolam air laut mempunyai efek Hydrotherapy yang berdampak pada:
  • Fisioterapi dalam arti membantu proses pemulihan untuk dapat mengaktifkan kembali anggota tubuh bagi penderita yang mengalami penyakit/gangguan pada fungsi gerak tubuh
  • Membantu pemulihan penyakit Rematik/gangguan pada sendi
  • Membantu pemulihan/proses penyembuhan untuk penyakit syaraf
  • Membantu pemulihan/proses penyembuhan untuk penyakit asma
  • Membantu pemulihan/proses penyembuhan dari rasa kesemutan
  • Membantu pemulihan/proses penyembuhan untuk Penyakit Stroke
  • Membantu pemulihan/proses penyembuhan untuk penyakit�penyakit kulit
  • Membantu pemulihan/proses penyembuhan dari rasa pegal-pegal di badan
  • Membantu pemulihan/proses penyembuhan dari rasa linu-linu pada tubuh
  • Membantu pemulihan/proses penyembuhan penyakit gatal pada kulit
  • Menghaluskan kulit
  • Mempunyai efek pada penambahan kekebalan pada daya tahan tubuh
  • Mempunyai efek terhadap kejiwaan/psychologis antara lain membantu proses pemulihan untuk penyakit:
    1. Insomnia/penyakit susah tidur
    2. Stress /ketegangan
    3. Anxiety/kecemasan/kegelisahan

Pantai Pengeragoan

Pantai Pengeragoan

Obyek wisata ini terletak di Desa Pengeragoan, kecamatan Pekutatan, tepatnya di Pintu Gerbang Timur Kabupaten Jembrana, berbatasan dengan Kabupaten Tabanan, di pinggir selatan jalan raya yang menghubungkan Gilimanuk-Denpasar.
Pantai berpasir hitam dengan deburan ombak Samudra Indonesia dan lambaian pohon nyiur dan pandan ini cocok untuk tempat istirahat sejenak bagi wisatawan. di bagian utara Desa Pengeragoan, merupakan tempat terindah untuk menikmati pemandangan Pantai Pengeragoan.

Sangkaragung

Sangkaragung

jegog Desa Sagkaragung terletak di Kecamatan Negara kurang lebih 5 Km kearah timur kota Negara. Di Desa Sangkaragung terdapat pusat kesenian khas Jembrana yaitu " Jegog ".
Desa Sangkaragung terkenal didunia dengan kesenian Jegognya terutama di Jepang. Jegog Sangkaragung tampil di Jepang setiap tahunnya lebih dari tiga kali. Sedangkan didesa Sangkaragung sendiri Jegog dipentaskan untuk wisatawan setiap hari Minggu dan Kamis di Sanggar Jegog Suar Agung. Wsatawan dapat belajar memainkan (menabuh) jegog di sanggar ini.

pelabuhan buleleng

PELABUHAN BULELENG PDF Cetak E-mail


Nama besar Pelabuhan Buleleng nyaris tak berbekas. Pusat jajan serba ada menggantikan tempat yang dulu digunakan sebagai dermaga terbesar di Pulau Bali itu hingga tahun 1950-an. Bekas kantor kepabeanan pun dibiarkan telantar, kosong.
Di sisi timur berdiri deretan bangunan tua yang kini dijadikan gudang bahan bangunan. Gudang-gudang itu dulunya adalah tempat pengurusan administrasi perjalanan, termasuk tempat pembelian tiket kapal. Pada musim hujan seperti saat ini, air hujan masih menggenang di depannya sekalipun hujan sudah berhenti sejak malam sebelumnya.
Pelabuhan Buleleng di Kabupaten Singaraja sebagai pintu utama Bali sejak masa pendudukan Belanda hingga menjadi ibu kota Provinsi Sunda Kecil, periode tahun 1950-1958, memang sudah cerita usang. Cerita itu hanya ”terkunci rapat” di sejumlah literatur serta mulut- mulut pelaku sejarah yang usianya menjelang senja.
Buku Republik Indonesia Provinsi Sunda Ketjil (1953) memberi gambaran kejayaan Pelabuhan Buleleng. Di zaman pendudukan Belanda, pelabuhan itu dipakai untuk bongkar muat barang dan juga kapal pesiar asing yang membawa wisatawan menikmati Pulau Dewata. Saat itulah pamor pantai utara mengalami zaman keemasan.
Kondisi itu tetap bertahan saat Singaraja dipilih sebagai ibu kota Provinsi Sunda Kecil. Sebagai salah satu dari 10 provinsi di Indonesia, yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No 21/1950, Sunda Kecil meliputi Bali, Lombok, Bima, Flores, Timor (barat) dan Sumba, serta pulau kecil di sekitarnya.
Pelabuhan Buleleng kala itu adalah pelabuhan paling penting di Bali. Melalui Pelabuhan Buleleng, sebagian besar dari 750 ekor sapi dan atau 4.000 ekor babi, serta hasil perkebunan, seperti kopi dan cengkeh asal Bali, diekspor ke Singapura.
Di pelabuhan itu pula, berlabuh kapal-kapal besar yang menghubungkan Bali dengan kota-kota pelabuhan, seperti Surabaya dan Makassar, serta kota-kota di Sunda Kecil, seperti Ampenan dan Kupang.
”Setiap akhir pekan, suasana Pelabuhan Buleleng dibumbui suasana sentimentil. Ada sorak-sorai dan peluk cium warga yang sanak saudaranya baru datang. Namun, ada juga pemudi yang menangis karena ditinggal pacar keluar pulau,” kata Gde Darna (78), Sekretaris Legiun Veteran RI Singaraja.
Kehidupan ekonomi dan sosial Buleleng ketika itu begitu hidup. Bank Perniagaan Indonesia di pusat kota Singaraja melayani simpanan dan pinjaman masyarakat. Para bekas pejuang diberi hak istimewa menjalani profesi baru sebagai pedagang, eksportir, atau menjadi pegawai pemerintah. Sejumlah sekolah hingga tingkat SMA didirikan.
Pindah ke selatan
Pengaruh pesisir utara Bali memudar saat Sunda Kecil berdasarkan Undang-Undang (UU) No 64/1958 dimekarkan menjadi tiga provinsi, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 52/2/36-136 Tahun 1960 yang menetapkan ibu kota Bali dipindahkan dari Singaraja ke Denpasar membuat Buleleng kehilangan urat nadi perekonomiannya.
Pelabuhan Buleleng pun tidak difungsikan lagi dan mati, khususnya sejak Bandara Ngurah Rai melayani penerbangan internasional pada tahun 1959. Kiblat Bali dari utara ke selatan benar-benar ”menyingkirkan” peran dan pamor Buleleng.
Pelabuhan Celukan Bawang yang dibangun di Gerokgak, 50 kilometer barat Singaraja 30 tahun lalu dan menjadi pusat bongkar muat angkutan barang dari pulau lain, tetap tidak maksimal mengembangkan perekonomian warga Buleleng.
Seperti digambarkan Darna, sejak ibu kota Bali beralih ke Denpasar, masyarakat sempat kaget. Warga yang kehilangan pekerjaan di sekitar pelabuhan kembali ke desanya, bertani dan berkebun, atau pegawai negeri.
Sejak itu, perkembangan masyarakat dan fisik Buleleng minim, bahkan dapat dikatakan stagnan. Warna Bali dengan jejak masa lalunya masih terlihat jelas di Singaraja. Salah satu yang paling mencolok adalah Kantor Bupati Buleleng. Selain bangunan yang dijadikan Kantor Dinas Pendidikan Buleleng, semua bangunan di perkantoran itu masih asli buatan zaman Belanda. Kawasan pecinan di jalan-jalan di belakang Pelabuhan Buleleng pun nyaris tak berubah. Waktu serasa berhenti ketika masuk ke Buleleng saat ini.
Timpangnya pembangunan dan derap wilayah antara utara dan selatan Bali membuat warga Singaraja banyak bekerja ke Denpasar, Gianyar, dan Badung. Mereka bekerja di sektor pariwisata sebagai penopang utama kehidupan masyarakat Bali.
Sektor pariwisata Buleleng sendiri, dengan hanya mengandalkan pariwisata di Pantai Lovina dan kawasan konservasi Tejakula, memang tidak bisa berbuat banyak selama masih berharap bola muntah dari wisata di Bali bagian selatan. Lapangan udara perintis Kolonel Wisnu di Gerokgak tak berhasil mengangkat potensi pariwisata Buleleng.
Sektor yang butuh gebrakan sebagai penopang utama struktur perekonomian Buleleng adalah pertanian. Bupati Buleleng Putu Bagiada menyatakan, pembangunan pertanian dimaknai sebagai upaya meningkatkan budidaya (kuantitas dan kualitas produksi) sekaligus penanganan pascapanen (termasuk pengolahan hasil/industri kecil) dan pemasaran.

Labuan Ampuak & Teluk Sebila

Labuan Ampuak & Teluk Sebila Labuhan Ampuak

Kawasan Labuan Ampuak terletak di wilayah Banjar pelilit Pantai Atuh dan Calung, ketinggiannya kurang lebih 100 M diatas permukaan laut.Konsep keindahan alam yang hampir sempurna yang kita kenal dengan kawasan " Nyegara Gunung " dimana kawasan tersebut dikelilingi oleh bukit -bukit misalnya Bukit Tunjuk Pusuh, Bukit Nyahi, Bukit Juntil dan lain-lain, serta dikawasan pantainya yang disebut Pantai Titibehu terbentang luas Selat Lombok yang samar-samar terlihat
Kawasan bangko-bangko tempat yang sangat idial untuk tempat Surfing di Kawasan Lombok Selatan dan pada lepas pantainya terlihat jelas Gili-gili ( pulau-pulau karang ) sebagai penghias pemandangan yang sangat indah seperti Gili Padasan, Gili Batu Abah Gili Batu Mategen, Gili Batu Lumbung, Gili Batu Pawon, Gili Batu Sanggah dan Gili Batu Tumpeng Tanpa berlebihan kiranya kawasan ini termasuk salah satu kawasan wisata yang terindah
diseluruh Nusa Penida dan mungkin juga diseluruh kawasan Pulau Bali.

Teluk Sebila
Teluk sebila yang berpasir putih, adalah sebuah teluk yang indah dan alami, sangat sunyi, seolah olah kita berada pada kawasan yang tidak berpenghuni, terletak diantara Tanjung Juntil dan Pah Gede (sangat idisl untuk tempat memancing ikan )Teluk Sebila yang mempunyai kedalaman yang sangat idial dan aman untuk pendaratan dan berlabuhnya kapal-kapal ukuran kecil seperti boot, sampan dan perahu kecil lainnya.
Akses menuju Teluk Sebila dapat dicapai lewat lautan yaitu langsung ke Teluk Sebila dapat dicapai dari daratan yaitu pelabuhan Buyuk menuju Banjar Kelodan selanjutnya menuju jalan tanah langsung ke Teluk Sebila, dan juga dapat dicapai lewat lautan yaitu langsung ke Teluk Sebila, karena teluk tersebut sangat alami untuk pelabuhan/ pendaratan perahu-perahu kecil. Di kawasan Teluk Sebila juga terdapat sebuah sumur dangkal, namun kualitas sumurnya tidak sebaik Teluk Atuh.

Desa Tihingan

Desa Tihingan
Desa Tihingan di Kecamatan Banjarangkan merupakan pusat kerajinan pembuat gong (Gamelan). Pembuatan gong dikerjakan mulai dari tenaga kasar sampai tenaga ahli yang khusus untuk menyelaraskan suara gong/gamelan tersebut. Jadi yangterpenting dari pekerjaan ini adalah keahlian untuk menyelaraskan suara gong. Di Desa Tihingan terdapat dua kelompok Pande (ahli atau tukang) yang membuat Gong. Lokasi
Desa Tihingan terletak di Kecamatan Banjarangkan, dan dapat dijangkau dengan kendaraan baik itu roda dua maupun dengan roda empat. Kira-kira 3 km arah Barat Kota Semarapura. Jalan menuju Desa Tihingan sudah diaspal.
Deskripsi
Masyarakat desa ini sangat terkenal di Bali karena keahliannya membuat istrumen (gamelan) Gong. Kecuali Gong, masyarakat di desa ini dapat pula membuat berbagai macam gamelan Bali lainnya seperti : Semara Pegulingan, Gender Wayang, Kelentangan/Angklung dan lain-lainnya yang bahannya terbuat dari logam kerawang. Mungkin keahlian membuat gong ini telah diwariskan oleh leluhur mereka yangtelah berabad-abad lamanya terkenal sebagai Pande Gong dari Desa Tihingan. Hal tersebut dapat kita buktikan dengan katutnya nama para pande Tihingan pada barungan-barungan gamelan yang ada di desa-desa. Akan keadaan sekarang jauh lebih maju lagi. Gamelan Bali yang mempunyai ciri khusus dan enak dinikmati telah menyebar keseluruh tanah air, bahkan ke seluruh dunia. Sering dijumpai ada wisatawan asing yang berkunjung ke desa Tihingan hanya karena tertarik dan kemudian memesan seperangkat Gong untuk dibawa ke negerinya.

Goa Jepang

Goa Jepang

Goa Jepang yang terdiri dari 16 lubang, dibuat pada dinding tebing, dipinggir jalan jurusan Denpasar-Semarapura, di atas sungai/Tukad Bubuh. Goa/lubang yang terletak pada ujung Utara dan Selatan merupakan goa yang berdiri sendiri. Sedangkan yang 14 buah lagi, di dalamnya berhubungan satu dengan lainnya, yang dihubungkan oleh sebuah gang/lorong. Yang menarik dari goa Jepang ini adalah bahwa letaknya sangat strategis merupakan goa kenangan dari jaman penjajahan Jepang, dan didepannya dapat disaksikan pemandangan menarik dengan gemerciknya aliran sungai Bubuh.
Lokasi
Goa Jepang dapat dijangkau dengan mudah karena letaknya dipinggir jalan pada jurusan Denpasar-Semarapura, tepatnya di Banjar Koripan, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan.
Kunjungan
Karena letaknya sangat strategis yaitu dipinggir jalan yang lalulintasnya ramai, maka goa ini sering mendapat kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Deskripsi
Goa yang terdiri atas 16 buah lubang dengan kedalaman 4 meter, dua diantaranya tidak berhubungan satu dengan yang lainnya, yaitu satu buah terletak di ujung selatan dan satu lagi diujung sebelah utara, sedangkan yang lainnya berhubung-hubungan dan dihubungkan oleh sebuah gang memanjang arah Utara Selatan. Goa ini dibangun oleh balatentara Jepang daslam usahanya memperrtahankan diri dari serangan tentara sekutu pada masa pendudukan Jepang yaitu tepatnya pada tahun 1941. Goa semacam ini, tetapi hanya terdiri atas sebuah lubang yang besar juga terdapat di Desa Suana Kecamatan Nusa Penida yangdimaksudkan untuk tempat pengintaian lalu lintas laut di Selat lombok.

Pura Taman Sari

Pura Taman Sari Identifikasi dan Daya Tarik
Lingkungan Pura Taman Sari yang diantaranya terdiri dari dua buahmeru Tumpang sebelas dan meru tumpang sembilan serta dasarnya dilandasi oleh kura-kura raksasa, dikelilingi oleh kolam, dibelit oleh naga Ananthaboga, mengisahkan pada saat para dewa memutar air kehidupan (amerta) untuk kebahagiaan dan kesejahteraan.
Lokasi
Lingkungan Pura Taman Sari terletak di Banjar Sengguhan, arah timur laut kota Semarapura, sejauh kurang lebih 500 meter, dapat dicapai dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empatsertas jalannya sudah diaspal. Tepatnya di Kelurahan Semarapura.
Kunjungan
Lingkungan Pura Taman Sari belum banyak mendapat kunjungan wisatawan, hanya dikunjungi dalam rangka penelitian yang berkaitan dengan obyek penelitian pra sejarah.
Deskripsi
Letak Pura Taman Sari di sudut Timur Laut Kota Klungkung kira-kira 500 meter dari pusat kota. Keindahan Pura ini terlihat dari menyembulnya Meru Tumpang Sebelas dan Meru Tumpang Sembilan dari sebuah kolam. Dari ragam hias Tumpang Sebelas dapat kita maklumi bahwa meru tersebut ibarat Gunung Maha Meru yang dilandasi oleh kura-kura raksasa, terbenam di lautan susu. Kemudian para dewa dan raksasa memutar gunung Maha Meru dengan naga Ananthaboga sebagai pembelitnya. Dengan pusingan gunung tersebut di lautan susu kan dihasilkan berbagai macam produk, diantaranya adalah Amerta (air kehidupan). Demikianlah macam produk, diantaranya adalah Amerta (Air kehidupan). Demikianlah menurut ceritera yang termuat dalam Adi Parwa akan kebesaran arti dari Amerta sebagai pemberi air hidup dunia serta kesejahteraan dan kesucian. Tema ceritra tersebut sangat cocok dengan fungsi kehidupan lingkungan Pura Taman Sari. Lingkungan Pura Taman Sari sebagai tempat memuliakan danmenyimpan senjata pusaka kebesaran Majapahit yang dimiliki oleh Dynasti Kepakisan sebagai penguasa yang ditugaskan oleh Raja Majapahit untuk mengatur ketentraman pulau Bali. Sekalipun senjata-senjata kebesaran yang sangat dimuliakan sudah dirampas oleh Belanda dalam perang Puputan Klungkung pada tahun 1908, namuan hiasan Padma Anglayang sebagai lambang kekuasaan Majapahit masih terdapat pada lingkungan Pura ini. Lingkungan Pura ini dibangun pada akhir abad ke XVII yaitu ketika mulai perpindahan raja keturunan dinasti Kepakisan dari Gelgel ke Klungkung sebagai sesuhunan di Bali. Saat-saat terpenting tercatat dari Lingkungan Pura Taman Sari ialah ketika Dewa Agung Istri Kania memerintah untuk menghancurkan penyerbuan Belanda tahun 1849 di Kusamba. Dari lingkungan Pura Taman Sari beliau menugaskan untuk mempergunakan senjata pusaka yang bernama I Seliksik kepada prajurit Klungkung . Misi penugasan ini berhasil dengan gemilang, tentara Belanda porak poranda di pantai Kusamba dan kerugian yang terbesar adalah gugurnya Jendral Michiels dalam pertempuran tersebut. Sejak dipugar oleh Suaka Purbakala Bali mulai tahun 1979 maka keindahan lingkungan pura ini telah kembali seperti sedia kala

Selasa, 16 Agustus 2011

Tulamben

Tulamben
Kabupaten/Kota : Karangasem

Daerah wisata Tulamben berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, sekitar 104 km ke arah timur dari Denpasar. Tulamben merupakan tempat dengan panorama yang sangat indah. Dari sini wisatawan dapat menikmati keagungan dari gunung Agung, lembah-lembah dan pemandangan laut yang biru.

Senin, 15 Agustus 2011

Monumen Tragedi Kemanusiaan

Monumen Tragedi Kemanusiaan
Monumen ini dibangun untuk mengingatkan kita pada suatu peristiwa yang sangat mengerikan yaitu Peledakan BOM Kuta Bali pada hari Sabtu malam tanggal 12 Oktober 2002 di Jalan Legian Kuta yang memakan korban meninggal dunia sebanyak 202 orang yang berasal dari 22 negara dan 324 orang menderita cidera dan luka serius.
Ledakan bom yang sangat dahsyat tersebut juga mengakibatkan kehancuran dan kerusakan bangunan-bangunan maupun kendaraan dalam radius satu kilometer.  Sejak tragedi ini industri pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Bali mengalami keterpurukan yang paling serius sepanjang sejarah,namun berkat kegigihan seluruh lapisan masyarakat maupun pemerintah kini secara perlahan namun pasti telah mengalami pemulihan.
Monumen ini dibangun di area bekas ledakan (Ground Zero) dan bagian yang paling menonjol  dari monumen ini adalah "Kayonan" dengan bentuk daun kayu besar berwarna putih sebagai perlambang alam semesta beserta isinya.  Pada bagian bawah kayonan ini terdapat prasasti yang mencantumkan daftar nama semua korban meninggal beserta kebangsaannya.

Kamis, 11 Agustus 2011

Lokasi Surfing Terbaik Pantai Bali

Lokasi Surfing Terbaik Pantai Bali 

 

Bali, tempat yang suasana dan tempatnya indah bak di surga, menjadi salah satu tempat menarik bagi para surfer dari seluruh dunia untuk mencoba surfing di Pantai di Bali. Dengan begitu banyak tempat bagus yang ada, peselancar mancanegara dan lokal terus berdatangan untuk menjinakkan lautan Bali yang bersahabat. Dari sekian banyak tempat surfing yang dimiliki kami memilih beberapa tempat untuk menjadi site surfing yang paling bagus diantaranya :
Pantai Kuta
Pantai Kuta, tentu bukan nama yang asing bagi Anda. Pantai yang begitu terkenal ini juga cocok untuk kegiatan berselancar. Mulai pagi hari hingga menjelang sang surya kembali ke peraduan, pantai ini dipadati oleh para surfer yang baru belajar hingga yang sudah pro. Banyak sekolah-sekolah surfing yang siap membantu Anda untuk belajar di sini. Event- event lokal dan internasional sering kali diadakan di sini.
Pantai Uluwatu
Pantai Uluwatu memiliki ombak yang cukup besar dan sangat cocok untuk peselancar internasional. Di sekitar tempat ini ada banyak pilihan akomodasi atau penginapan yang menawarkan berbagai variasi harga.
Pantai Padang-Padang
Kawasan pantai ini terletak di kawasan perbukitan dekat Uluwatu. Pantai ini tidak banyak dikunjungi oleh orang-orang sehingga suasananya pun akan menjadi sangat menarik untuk mencoba derasnya ombak-ombak di sini. Dengan pasi putihnya, pantai ini juga menawarkan berbagai pesona untuk dilihat.
Untuk Anda yang beginner atau baru belajar surfing, di sini banyak guide lokal yang akan siap membantu Anda hingga bisa mencoba olahraga surfing termasuk memberikan info kapan saat terbaik untuk surfing.
Pantai Balangan
Pantai ini berada di dekat pantai Padang-padang. Dulu tidak mudah untuk ditemukan, karena belum ada akses jalan bagus ke sini. Tapi kini sudah ada akses jalan yang bagus dan pantai ini mulai banyak dikunjungi terutama oleh para surfers.
Pantai Suluban
Pantai Suluban salah satu obyek wisata di Kabupaten Daerah Tingkat II yang memiliki panorama yang indah, baik untuk berselancar dan rekreasi. Obyek ini telah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, maupun wisatawan nusantara. Keindahan panorama dan menyatunya suasana pemandangan bebukita ujung selatan Bali dan deburan ombaknya, serta jauhnya dari kebisingan membuat suasana obyek ini menjadi tentram, dan pengunjung bentah menikmati suasana alam yang suasananya damai dan menyejukkan perasaan.
Pantai Serangan
Di Pantai Serangan, wisatawan ini bisa bermain surfing, merasakan hangatnya air pantai atau hanya sekadar melihat keindahan pantai. Wisatawan meramaikan Pantai Serangan mulai pukul 08.00 sempai pukul 17.00 wita. Selain wisatawan yang berlibur di Bali, puluhan perahu layar dunia juga sempat menyinggahi kawasan Pantai Serangan.
Pantai Dreamland
Pantai Dreamland juga menjadi tempat surfing yang bagus karena ombaknya yang tinggi. Anda akan melihat banyak peselancar yang surfing di pantai Dreamland. Sekarang sudah banyak akomodasi yang berjamuran di sekitarPantai Dreamland seperti restaurant, penginapan dan tempat penyewaan papan surfing.

Air terjun Nungnung

Air terjun Nungnung

Nungnung adalah nama dari sebuah desa kecil, terletak 40 kilometer sebelah utara kota Denpasar. Desa ini berhawa sejuk dengan ketinggian lebih kurang 900 meter di atas permukaan laut.
ImageDi desa inilah terdapat sebuah air terjun yang mempunyai ketinggian 50 meter dengan debit air yang cukup besar.
Untuk mencapai lokasi air terjun ini, kita harus menelusuri  persawahan berbukit sekitar 2 Kilometer dari jalan raya.
ImageMenikmati Panorama alam yang ada sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun ini akan menambah kagum kita akan kebesaran dan kemahakuasaan sang Pencipta & perjalanan menuju lokasi air terjun ini merupakan  sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan.

Wisata Puri

Wisata Puri (Palace Attraction)
Kabupaten/Kota : Tabanan
Puri Anyar dan Puri Gede di Krambitan merupakan puri kuno yang artistik. Puri Anyar dengan “Puri Night”-nya dan Puri Gede dengan “Malam Budaya”-nya menyajikan beberapa atraksi yang menarik, antara lain “Joged Bumbung” dan ‘Tektekan”. Bersama Penari joged para tamu diajak menari bersama mengikuti irama joged. Sedangkan para tarian Tektekan kita dapat menyaksikan beberapa penari yang sedang kemasukan roh halus menancapkan kerisnya ketubuh penari lainnya, keris sampai bengkok namun tidak dapat menembus tubuh lawannya.

Tanah Lot

Tanah Lot (Tanah Lot Temple)
Kabupaten/Kota : Tabanan
Pura ini didirikan pada abad ke XV Masehi oleh Pedanda Bawu Rawuh atau Danghyang Nirartha yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Pura Tanah Lot terletak di laut atau terpisah dari daratan dan di sekitar pura ini terdapat pula beberapa pura kecil dan besar antara lain Pura Pekendungan. Di bawah dan di sebelah barat terdapat sumber air tawar yang merupakan air suci bagi Umat Hindu. Pura Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri + 13 km dari kota Tabanan, lengkap dengan tempat parkir yang memadai. Bila air laut surut para pengunjung dapat langsung sampai ke pelataran pura untuk bersembahyang.
Di bawah pura terdapat beberapa gua yang di dalamnya hidup beberapa ekor ular besar dan kecil berwarna hitam putih. Ular-ular ini sangat jinak dan tidak boleh diganggu. Jika air laut pasang, maka pura ini akan kelihatan seperti sebuah perahu terapung di atas air. Di Tanah Lot kita dapat menyaksikan timbulnya bulan purnama di malam hari dan tenggelamnya matahari di kaki langit, merupakan suatu pemandangan yang sangat indah.

Taman Margarana

Taman Margarana(Margarana Heroes Monument)
Kabupaten/Kota : Tabanan
Pada tanggal 20 Nopember 1946 terjadilah pertempuran habis-habisan antara pasukan pejuang Republik Indonesia melawan kaum penjajah Belanda, di Banjar Kelaci. Desa Marga di bawah pimpinan Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Pertempuran ini terkenal dengan nama Perang Puputan Margarana. I Gusti Ngurah Rai beserta segenap pasukannya gugur di dalam pertempuran tersebut dan seluruh abu jenazah para pahlawan bangsa tersebut dimakamkan di sini, yang terletak + 25 km dari Denpasar atau + 13 km dari kota Tabanan.Di Candi Pahlawan ini kita dapat menyaksikan beberapa tulisan yang merupakan surat dari I Gusti Ngurah Rai bersama seluruh anggota pasukannya yang terkenal dengan sebutan CIUNG WANARA tidak akan mau berkompromi atau menyerah kepada penjajah

 
Letakkan kode iklan disini